About

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Kontak Kami

Kontak Kami
sablon kaos surabaya

Bank Pembayaran

Bank Pembayaran
sablon Kaos surabaya

Labels

Harga Kaos Oblong

Cloud Labels

Popular Posts

Alamat Workshop Kami

Telp/SMS/WA :0857 3014 1717 Pin BB: 584D6BED Jl. Gubeng Kertajaya 7 Raya No.05 Surabaya

Gallery

Follow us on FaceBook

Hari : Senin - Sabtu Jam : 08.00 - 17.00 WIB

Tampilkan postingan dengan label pesan kaos sablon murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesan kaos sablon murah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

Tips memilih jenis tinta sablon kaos yang berkualitas

Mungkin bagi Anda yang belum mengetahui jenis sablon sebelumnya akan bertanya, “sablon apa sih yang bagus?” Hal itu sudah wajar sekali kok. Jawabannya adalah terletak pada kualitas sablon yang digunakan. Sekarang mulai beralih bukan pertanyaan Anda?, “sablon apa yang bagus?’’

Berikut ini akan dijelaskan terkait jenis-jenis tinta sablon yang berkualitas. Sebenarnya tinta kaos sablon Surabaya terdiri menjadi dua jenis tinta sablon, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase dan tinta berbasis minyak atau solvenbase, lebih akrab disebut dengan plastisol.

Tips memilih jenis tinta sablon kaos yang berkualitas

Tinta jenis waterbase atau berbasis air

• Rubber, jenis tinta ini memiliki kegunaan yang khusus yaitu diatas kain gelap. Alasannya karena sifatnya yang pekat sehingga dapat menutup permukaan kain dengan baik.
tinta ini pada umunya digunakan sebagai underbase, yang berfungsi untuk penutup warna kain sebelum dilakukan penyablonan warna di atasnya. Ruber sendiri dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan fungsi kegunaan, yaitu ruber white untuk underbase atau dasar dan ruber coclor untuk pencampuran warna tua.
Jika Anda ingin mendapatkan warna putih yang bersih atau cemerlang, dapat digunakan rubber white dengan sedikit pigmen berwarna nila atau ungu.

• Coating atau transaran, digunakan untuk pelapisan hasil sablon kaos untuk menghasilkan yang lebih cemerlang dan menkilap. Jenis tinta ini baik jika digunakan pada penyablonan separasi empat warna.

• Extender, memiliki sifat yang transparan dan sangat cocok apabila diguanakan diatas bahan putih atau berwarna terang. Selain itu tinta ini mudah menyerap pada bahan.

• Super white, tinta ini memiliki kesamaan dengan tinta rubber, yaitu terdiri dari white dan color.

• Puff atau timbul, terdapat 2 jenis yaitu underbase dan plastisol. Dalam pemanasan yang cukup tinta ini dapat berkembang dengan efek timbul.


Tinta jenis plastisol atau berbasis minyak

Merupakan jenis tinta sablon yang harganya cukup mahal dan dalam pengeringannya membutuhkan peralatan khusus karena tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya.
Biasanya untuk dapat kering secara sempurna membutuhkan suhu 160 derajat celcius dan membutuhkan peralatan seperti conveyor curingdan flash curing. Namun keunggulannya terletak pada saat tinta sudah kering sempurna yaitu dapat rekat dengan baik.

• All purpose, merupakan tinta transparan yang baik digunakan pada kain berwarna putih

• High opasity, tinta ini hampir mirip dengan rubber namun memiliki daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan.

• Athletic plastisol, memiliki sifat yang elastis atau lentur.

• Cork base, dapat memberikan efek seperti tinta atau gabus yang memiliki flesibilitas tinggi. Shimmer gold dan base, biasanya lebih di formulasikan menghasilkan warna metalik.

• High density clear, mampu menghasilkan warna yang mengkilap dan terkesan basah.

• Wiflex luna clear, ini tidak mampu terlihat dengan sinar lampu yang biasa dan biasanya muncul ketika terkena ultraviolet.

Rabu, 27 Juli 2016

Pengertian DTG Printing dan Neo Pigment

Pengertian DTG Printing, DTG adalah singkatan dari kata Direct To Garment, sesuai dengan namanya (DTG) printer adalah mesin cetak dengan tinta yang menggunakan metode langsung terhadap kain (garment) yang melalui proses pretreatment dan diakhiri dengan proses heatpress, hasil print nya akan tercetak sangat bagus dan tidak luntur karena memang menggunakan tinta yang di khususkan untuk kain garment.

Berikut adalah perbedaan antara DTG printing dengan sablon biasa:

Perbedaan yang paling utama antara DTG printing dengan sablon biasa adalah kualitasnya, hasil print digital sablon biasa sangat mudah mengelupas karena memang tidak di print langsung terhadap kain, print digital sablon biasa melalui proses sablon terhadap transfer paper terlebih dahulu dan setelah itu baru transfer paper tersebut dipress kan ke kain/kaos. Sedangkan hasil print DTG tidak mudah rusak dan mengelupas karena langsung di print permanen ke permukaan kain kaos. Hasil print DTG mempunyai kualitas terbaik, teknologi DTG merupakan teknologi modern yang terbaru, beda dengan sablon konvensional, DTG print ini banyak dipublikasikan oleh para vendor t-shirt di luar negeri, banyak juga branded terkenal yang berada di eropa yang menggunakan teknologi print DTG.
Jenis tinta print DTG:

      1.      Neo pigment non whit

Tinta jenis ini merupakan tinta khusus DTG yang berkualitas tinggi, tinta ini menyerap ke dalam kaos, sehingga sablon tidak mudah rusak meski dicuci dan disetrika berulang kali. Hasil tinta neo pigment non white ini lebih tajam dan bertekstur. Kelemahan dari tinta ini adalah tinta nya berbaur dengan warna dasar pada kaos, maka dari itu tinta ini hanya bisa digunakan untuk kaos yang berwarna terang seperti putih, kuning dan lain-lain.

      2.      Neo pigment + white

Tinta ini dipublikasikan untuk kaos yang berwarna gelap seperti hitam, abu-abu tua dan lain-lan. Pelapisan tinta berwarna putih yang digunakan pada proses ini bertujuan agar warna hasil print di kaos lebih muncul. Meski tinta ini menyerap ke dala kaos tetapi warna designnya tetap muncul, karena sebelumnya diberi lapisan tinta putih.

Demikian informasi tentang Pengertian DTG Printing dan Neo Pigment (jenis tinta) yang dapat kami informasikan. Semoga bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

Jumat, 27 Mei 2016

Sablon Kaos Surabaya Proses Pengeringan obat dalam film sablon


Proses Afdruk Screen : Langkah Pengeringan Obat dan Pemasangan Film Sablon

Proses afdruk screen belum berhanti sampai dengan mengoleskan obat afdruk ke permukaan screen. Langkah tersebut akan dilanjutkan dengan pengeringan, pemasangan film, dan lain sebagainya. Informasi yang cukup menarik untuk disimak oleh Anda sekalian. Hal itu dikarenakan proses pengafdrukan screen seperti ini merupakan bagian terpenting dalam kegiatan penyablonan. Tanpa adanya afdruk screen tidak ada proses sablon yang berkelanjutan. Apalagi jika menginginkan hasil sablon yang berkualitas. Sudah pasti afdruk screen-nya juga harus bagus dan berkualitas. Oleh karena itu, silakan menyimak informasi lanjutan di bawah ini.


Pengeringan obat afdruk
Pengeringan obat merupakan langkah berikutnya dalam proses afdruk screen. Obat afdruk yang sudah dioleskan di permukaan screen harus dikeringkan terlebih dulu. Cara pengeringnnya dengan bantuan alat, seperti kipas angin atau hairdryer. Jangan sekali-kali untuk mengeringkan obat afdruk tersebut dengan menjemur di bawah panas terik matahari. Cara seperti itu hanya akan merusak obat beserta screen yang terkena panas matahari langsung. Apalagi obat afdruk yang sudah dioleskan bersifat peka cahaya. Oleh karenanya, jangan pernah menjemurnya di bawah matahari.
Waktu pengeringnya tergantung dari cara Anda melakukannya. Misalnya, Anda yang memilih untuk mengangin-anginkannya dengan dikipas atau memakai kipas angin. Tentu saja cara itu lebih memakan waktu lama pengeringannya. Dibanding Anda memakai hairdryer yang langsung didekatkan pada screen agar obat afdruknya segera kering.

Memasang film sablon
Setelah obat afdruk benar-benar kering, langkah berikutnya adalah memasang film sablon. Anda harus memasangnya di bagian luar screen. Anda bisa menggunakan selotip untuk menempelkan film sablon tersebut. Dengan begitu, film sablon tidak bergeser saat proses penyinaran nanti.
Cukup banyak penyablon pemula yang masih kebingungan saat memasang film sablon. Perlu diketahui bahwa untuk sablon normal maka film dipasang menghadap ke atas. Sementara untuk sablon mirror atau terbalik, film sablon dipasang menghadap ke bawah. Kedua pemasangan tersebut harus Anda pahami terlebih dulu agar tidak terbalik-balik saat mempraktikkannya.
Kedua langkah dalam proses afdruk screen di atas silakan dibaca sebaik-baiknya. Selanjutnya, silakan mempelajari langkah yang berikutnya.

www.vidogarment.com

Kamis, 26 Mei 2016

Sablon Kaos | Proses Afdruk Screen Pembuatan Cetak Sablon

 Proses Afdruk Screen untuk Pembuatan Master Cetak Sablon

Proses afdruk screen merupakan sebuah langkah dalam kegiatan penyablonan. Boleh dikatakan, proses afdruk ini sangat penting. Pasalnya, sangat berpengaruh pada hasil penyablonan yang nanti dilakukan. Semisal Anda ingin menyablon dengan jenis pakaian kaos. Jika afdruk screennya berkualitas jelek. Maka sangat mungkin desain gambar maupun tulisan yang disablon di permukaan kain kaos juga sama jelaknya. Oleh karena itu, pekerjaan ini harus dilakukan sebaik-baiknya agar hasil akhir dari proses sablon juga sama bagus kualitasnya.
Lalu, bagaimana langkah-langkah dalam proses afdruk screen yang direkomendasikan? Berikut akan mulai dijelaskan satu per satu untuk Anda pelajari.


Pengertian afdruk screen
Sebelum membahas panjang lebar tentang afdruk screen, tidak ada salahnya mengetahui pengertiannya terlebih dulu. Perlu Anda ketahui bahwa afdruk screen adalah proses kimiawi dengan menggunakan obat yang peka cahaya. Dengan begitu, proses tersebut dapat menghasilkan efek stencil atau lubang bergambar. Dengan lubang inilah, tinta sablon yang dituangkan dapat turun dan tercetak di atas bahan atau media.
Dibaca sekilas memang cukup membingungkan prosesnya. Terutama bagi Anda yang masih awam dengan bidang ini. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai hal ini memang cukup penting kaitannya dengan dunia fashion dalam arti luas.

Apa saja peralatan yang dibutuhkan?
Ada beberapa alat yang dibutuhkan saat pengerjaan afdruk screen, antara lain sebagai berikut.
1.      Screen sablon yang bersih.
2.      Obat kimiawi afdruk.
3.      Alat pengoles obat afdruk, seperti penggaris mika, rakel sablon, atau yang lainnya.
4.      Meja afdruk dengan ukuran tertentu yang fungsinya untuk proses penyinaran.
5.      Kaca dan triplek sebaga pengganti meja afdruk.
6.      Busa afdruk dan kain berwarna hitam.
7.      Alat pengering untuk mengeringkan obat afdruk, seperti hair dryer atau rak pengering.
8.      Alat semprot air untuk meluruhkan obat afdruk setelah proses penyinaran selesai.
9.      Kain bekas untuk lap.

Semua peralatan di atas merupakan standar dalam proses afdruk screen. Tiap alat tentu mempunyai fungsinya masing-masing. Silakan untuk dipelajari dan dipahami, sebelum Anda mempraktikkannya. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda sekalian.

Rabu, 25 Mei 2016

Sablon Kaos Surabaya | Mengenal Sejarah Sablon Masuk Ke Indonesia

 Mengenal Sejarah Sablon hingga Masuk ke Indonesia

Sejarah sablon menjadi cikal bakal perkembangan dunia fashion modern. Hal itu dikarenakan sablon dipakai sebagai salah satu cara dalam pembuatan desain jenis pakaian tertentu. Bahkan, sekarang bukan hanya media kain saja yang bisa disablon. Namun, beberapa media seperti kertas, plastik, kaca, dan lain sebagainya juga dapat disablon. Sementara itu, penyablonan bukan hanya untuk produk fashion kaos atau kemeja saja. Perkembangan fashion telah menghadirkan aksesoris maupun pernak-perniknya yang juga bagiannya disablon. Misalnya, tas sablon, topi sablon, dompet sablon, dan masih banyak lagi.
Dengan begitu pesat perkembangan berbagai barang fashion yang disablon, sepertinya Anda perlu mengetahui sejarahnya. Berikut akan diinformasikan sejarah sablon untuk menambah pengetahuan Anda sekalian.


Asal muasal sablon
Bangsa Jepang sudah mulai menggunakan teknik sablon pada sekitar tahun 1664. Mereka menyablon kain kimono dengan beraneka ragam motif. Hal itu dilakukan karena harga kimono dengan  motif tulisan tangan sangat mahal. Dengan begitu, masyarakat kelas menengah ke bawah tidak bisa membeli kain kimono tersebut. Hal itu berdampak baik pada perkembangan dunia fashion di Jepang. Pasalnya, masyarakat semakin menggandrungi berbagai jenis pakaian dengan memanfaatkan teknik sablon. Kondisi semacam itu secara langsung ataupun tidak membuat teknik sablon juga semakin berkembang pesat.
Selanjutnya pada sekitar tahun 1907, seorang pria berkembangsaan Inggris bernama Samuel Simon. Dia memperkenalkan teknik sablon yang menggunakan media kain chiffon. Di mana jenis kain yang satu ini sudah mulai dikenal luas masyarakat di daratan Eropa. Pada awalnya memang terlihat aneh, tetapi berangsur-angsur masyarakat luas mulai dapat menerimanya. Akhirnya, teknik sablon diperkenalkan hingga keluar Eropa, sampai juga di Indonesia.

Teknik sablon masuk melalui penjajah Belanda
Diketahui bahwa istilah sablon yang populer di Indonesia berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon. Penjajahan Belanda yang berlangsung begitu lama, meninggalkan kebudayaan negara kincir angin tersebut. Salah satunya, yaitu teknik sablon yang dipakai dalam cetak bermedia kain.
Secara turun temurun dari generasi ke generasi, teknik sablon yang pengetahuannya diperoleh dari Belanda dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Pergantian zaman dan perkembangan teknologi sangat berpengaruh pada pesatnya inovasi teknik sablon yang ditemukan. Dari sejarah sablon awal penemuannya, kita semua bisa menikmati hasil tekniknya sekarang yang begitu luar biasa.


Sabtu, 21 Mei 2016

Sablon kaos | Belajar cara Pecah Gambar dan Pisah Warna sablon separasi

Belajar cara Pecah Gambar dan Pisah Warna sablon separasi

Sablon CMYK process/sablon separasi merupakan suatu proses mencetak gambar dengan menggunakan 4 proses warna yaitu, Cyan, Magenta, Yellow, dan black yang biasanya disebut key color dan bersimbol “K”. film output pada teknik sablon separasi berupa dot-dot kecil atau halftone  yang saat keempat warna tersebut dicetak menghasilkan cetakan gradasi seperti foto dengan penuh warna. Proses pembuatan film output teknik ini menggunakan software gratis yang bernama Adobe Photoshop.

Ketika akan mencetak menggunakan teknik ini kita harus memperhatikan resolusi gambar yang akan di olah, kerapatan screen, tension screen dengan setting halftonesaat print film. Untuk media kain/kaos frekuensi Lpi (Line per inch) dan biasanya menggunakan 35 hingga 55 Lpi.
Belajar cara pecah gambar atau pisah warna untuk sablon separasi CMYK dengan Adobe Photoshop. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:

1.      Pilihlah terlebi dahulu image yang akan diolah, sesuaikan image dengan resolusi minimal 300 Dpi (Dot per inch). Dengan cara klik Image >Image size > Resolution 300 Dpi

2.      Gantilah mode gambar dengan mode CMYK. Caranya klik Image > Mode > CMYK color

3.      Pindah kursor anda ke channel kanan samping, pilihlah channel Cyan. Lalu tekan ctrl-A > ctrl-C > ctrl-N > OK > ctrl-V

4.      Kembali ke layar hasil copas channel CYAN, ubah mode image menjadi bitmap. Klik Image > Mode > Bitmap. Apabila ada peringatan flatten layers klik OK

5.      Setelah itu akan muncul kolom bitmap. Samakanlah input dan output nya yaitu 300 pixel, ganti metode use dengan Halftone Screen.

6.      Gantilah frequency pada kolom Halftone Screen, apabila Clothing Addicts nya menggunakan tinta extender, rubber atau superwhite pilihlah frequency antara 35 sampai dengan 45. Biasanya menggunakan frequency 40 Lpi dengan Angel untuk channel Cyan : 108.4 , Magenta 161.6 , Black 45, Yellow 90, dan untuk Shape pilihlah yang Round.

7.      Setelah image di raster pada langkah ke 6, lalu kopas ke layer CMYK channel Cyan. Dengan cara klik ctrl-A > Ctrl-C > ctrl-V pada channel Cyan. Lalu tekan ctrl-I.

8.      Split channel dengn cara klik tombol panah kebawah pada kolom channel paling kanan, pilih split channel dan dengan otomatis 4 channel CMYK akan terbagi, save-as dengan format .bmp.

9.      Import lah pada Corel Draw, dimana pada setiap pages sudah kita beri tanda register agar mudah dalam mencetak.

10.  File output film sablon siap di print dan di afdruk.


Demikian informasi tentang Belajar cara Pecah Gambar dan Pisah Warna sablon separasi, Terima kasih.

Jumat, 13 Mei 2016

Sablon Printer DTG VS Sablon Manual

Konveksi Di Surabaya ini ada dua jenis sablon kaos yang familiar di pasar. Yang pertama yaitu sablon kaos manual. Jenis sablon ini sangat lama sekali dan sejak dari dulu sudah berada di pasaran dan sampai saat ini masih sangat dominan dalam  produksi sablon kaos. Yang kedua yaitu jenis sablon yang baru-baru ini sangat marak berkembang yaitu dengan teknik sablon kaos  menggunakan printer DTG. Berikut ini keunggulan dan kelemahan masing-masing tehnik sablon.

Untuk sablon kaos manual, kelebihannya :

1. Hasil sablon lebih awet, warna lebih terang dan gambar menyatu ke kaos.
2. Harga lebih murah untuk sablon dengan jumlah banyak atau partai.
3. Dengan menggunakan tehnik sablon manual anda bisa lebih variatif dari segi tekstur.


Sedangkan kelemahan sablon kaos secara manual adalah:
1. Tidak fleksibel dalam hal jumlah pembuatan, karena minimal order 2 lusin soalnya tingkat kesulitanya produksi satuan.
2. Jika gambar dengan kualitas foto, hasilnya tidak akan maksimal. Hal ini disebabkan tererbatasan screen sablon dalam mencetak gambar
3. Proses pembuatanya memerlukan waktu lama dan membutuhkan persiapan.

Saat ini penggunaan printer DTG memang sedang banyak dipakai orang. Banyak keunggulan printer DTG ini  di bandingakan dengan sablon kaos manual . Berikut ini adalah keunggulan sablon kaos DTG

1. Cocok buat sablon kaos satuan. Bagi Anda yang ingin sablon jumlah satuan bisa menggunakan printer DTG karena bisa dicetak satuan soalnya  tanpa ada minimum ordernya. Dibandingkan dengan sablon kaos satuan, proses sablon jauh lebih singkat dan nggak rumit banget . Waktunya pun lebih cepat karena proses pengerjaannya dilakukan dengan sangat  cepat sekitar 10 menit untuk satu kaos.
2. Bisa mencetak gambar dengan kualitas foto. Keunggulan hasil cetak printer DTG adalah dia mampu memberikan gambar dengan kualitas sesuai foto. Berapapun jumlahnya warna pada design anda, akan mampu diwujudkan dengan sablon kaos DTG..
3. Harga lebih murah untuk produksi skala kecil. Bagi anda yang memproduksi kaos dalam satuan, printer DTG adalah pilihan yang tepat. Penggunaan printer ini akan menghemat waktu dan biaya, jika dibandingkan dengan sablon kaos manual .

Namun demikian, cetak kaos sablon DTG juga memiliki kelemahan, antara lain:

1. Harga relatif lebih mahal dibandingkan dengan sablon manual, khususnya jika produksi dalam jumlah partai. Jika pada sablon manual, semakin banyak jumlah kaos yang di sablon, harga akan semakin murah. Hal ini tidak berlaku buat sablon DTG karena biaya yang dikeluarkan setiap produksi kaos tidak terpengaruh jumlah produksinya.
2. Hasil sablonan warnanya tidak bisa secerah hasil dengan sablon kaos manual.
3. Jika menggunakan tinta warna putih pada kaos yang warna gelap, maka permukaan kaos jadi lebih kasar. Hal ini disebabkan karena cairan treatment yang disemprotkan ke kaos sebelum proses cetak sablon .
4. Hasil sablon tidak tahan lama kayak sablon kaos manual.

Demikianlah ulasan kami mengenai keunggulan sablon DTG VS sablon manual. Semoga bermanfaat untuk anda yang sedang ingin membuat sablon kaos di kota Surabaya ini.